Melemah di Sesi Pagi, Kurs Dolar Australia Kini Balik Menguat

Melemah di Sesi Pagi, Kurs Dolar Australia Kini Balik Menguat

Nilai tukar dolar Australia menguat melawan rupiah menjelang tengah hari Selasa (10/12/2019). Pada pukul 11:15 WIB, AU$ 1 setara dengan Rp 9.570.23 atau menguat 0,13% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Padahal di awal perdagangan, Mata Uang Kanguru tersebut melemah 0,19%.

Penguatan di pasar spot juga berdampak pada kurs dolar Australia di dalam negeri. Berikut kurs jual beli yang diambil dari situs resmi beberapa bank pada pukul 12:30 WIB.

BankKurs BeliKurs Jual
Bank BNI9.533,009.605,00
Bank BRI9.475.159.647,68
Bank Mandiri9.540,009.575,00
Bank BTN9.445,009.649,00
Bank BCA9.557,989.587,98
CIMB Niaga9.297,509.820,22

Dolar Australia sudah melemah dalam tiga hari beruntun hingga Senin kemarin, dengan total pelemahan lebih dari 1%. Jika ditambah dengan penurunan pagi ini tentunya lebih besar lagi. Penurunan tersebut terbilang terlalu cepat hingga memicu aksi ambil untung atau profit taking.

Jika melihat fundamental kedua mata uang, rupiah lebih unggul dari dolar Australia. Data Negeri Kanguru yang dirilis pekan lalu menunjukkan kondisi ekonomi kembali memburuk.

Rabu (4/12/2019) lalu, Biro Statistik Australia melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2019 tumbuh sebesar 0,4% quarter-on-quarter (QoQ) lebih rendah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya 0,6%, dan lebih rendah dari konsensus Trading Economics 0,5%.

Sehari setelah itu, data menunjukkan penjualan ritel Australia pada Oktober stagnan, sebesar 0% month-on-month (MoM) dari bulan September yang naik 0,2%. Stagnannya pertumbuhan penjualan ritel tersebut lebih rendah dari konsensus Trading Economics sebesar 0,3%.

Serangkaian data tersebut memicu spekulasi bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) akan segera memangkas suku bunga lagi. Sepanjang tahun ini, RBA sudah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali masing-masing 25 basis poin (bps) hingga ke level terendah sepanjang sejarah 0,75%.

Sumber