Kurs Dolar Singapura Jeblok ke Level Terendah Tiga Pekan

Kurs Dolar Singapura Jeblok ke Level Terendah Tiga Pekan

Nilai tukar dolar Singapura melemah cukup signifikan melawan rupiah pada perdagangan Jumat (6/12/2019) hingga menyentuh level terlemah dalam tiga pekan terakhir.

Dolar Singapura melemah 0,37% ke level Rp 10.294,66 yang merupakan level terlemah sejak 11 November lalu. Performa dolar Singapura membaik, pada pukul 10:15 WIB, SG$ 1 setara Rp 10.313,14, atau mampu memangkas pelemahan menjadi 0,19%.

Pelemahan di pasar spot juga berdampak pada kurs dolar Singapura di dalam negeri. Berikut beberapa kurs jual beli yang diambil dari beberapa situs resmi bank pada pukul 10:40 WIB.

BankKurs BeliKurs Jual
Bank BNI10.288,0010.345,00
Bank BRI10.238,2610.383,33
Bank Mandiri10.297,0010.328,00
Bank BTN10.150,0010.462,00
Bank BCA10.308,8810.329,26
CIMB Niaga10.314,0010.327,00

Pelemahan dolar Singapura sudah terjadi sejak Kamis kemarin. Dari dalam negeri, naiknya indeks keyakinan konsumen (IKK) mendongkrak performa rupiah.

Bank Indonesia (BI) merilis indeks keyakinan konsumen (IKK) bulan November yang mengalami kenaikan menjadi 124,2 dari bulan sebelumnya 118,4. Angka indeks di bulan November juga menjadi yang tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Kenaikan IKK tersebut mengindikasikan adanya peningkatan optimisme terhadap kondisi ekonomi saat ini serta di masa yang akan datang. Ketika konsumen semakin optimistis, maka tingkat belanja bisa meningkat dan tentunya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara pada hari ini, BI melaporkan cadangan devisa per akhir November sebesar US$ 126,6 miliar. Turun tipis dari posisi Oktober yaitu US$ 126,7 miliar. Penurunan tersebut masih lebih baik dari prediksi Trading Economics sebesar US$ 126,3 miliar.

“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” sebut keterangan tertulis BI yang diterbitkan Jumat (6/12/2019).

Rupiah mampu mempertahankan keunggulan pasca rilis data cadangan devisa tersebut.

Sumber