AS-China Buntu, Yen Hat-trick Hajar Dolar AS

AS-China Buntu, Yen Hat-trick Hajar Dolar AS

Mata uang yen Jepang hat-trick alias menguat 3 hari beruntun melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (13/11/19) kemarin.

Perundingan kesepakatan dagang fase satu AS-China yang terlihat buntu membuat daya tarik yen sebagai aset aman (safe haven) kembali meningkat.

Yen menguat 0,17% ke level 108,81/US$ Rabu kemarin, total dalam 3 hari mencatat penguatan 0,42%. Sementara pada hari ini, Kamis (14/11/19) pukul 6:52 WIB, yen diperdagangkan di level 108,77/US$, atau menguat 0,04% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

CNBC International melaporkan AS sedang berusaha mendapatkan konsesi yang lebih kuat dari China untuk membuat regulasi kekayaan intelektual dan menghentikan praktik transfer paksa teknologi, sebagai gantinya AS akan membatalkan bea masuk yang seharusnya berlaku mulai 15 Desember nanti.

Di sisi lain, China kini dikabarkan ragu untuk membeli produk pertanian AS, padahal pada bulan lalu Presiden AS Donald Trump mengklaim Negeri Tiongkok akan membeli produk pertanian Paman Sam senilai US$ 50 miliar sebagai bagian dari kesepakatan dagang fase satu.

Dalam pidatonya Selasa lalu, Trump mengatakan akan ada penandatangan kesepakatan dagang dalam waktu dekat. Tetapi ia juga mengatakan sedang mempersiapkan tekanan bagi China jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan.

“Jika kita gagal mencapai kesepakatan, akan akan menaikkan bea masuk secara substansial, bea masuk akan dinaikkan sangat substansial” kata Trump saat berbicara di Economic Club of New York.

Kabar terbaru tersebut tentunya membuat investor semakin berhati-hati untuk masuk ke aset-aset berisiko dan memilih aset safe haven. Peluang gagalnya perundingan kesepakatan dagang terlihat membesar lagi.

Sementara itu dari pagi ini Jepang melaporkan melambatnya pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2019. Cabinet Office melaporkan pembacaan awal produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,1% quarter-on-quarter (QoQ), melambat dibandingkan kuartal sebelumnya 0,3% QoQ.

Meski demikian data tersebut tidak banyak mempengaruhi pergerakan yen. Memburuknya sentimen pelaku pasar lebih berpengaruh terhadap pergerakan mata uang negeri Matahari Terbit ini.

Sumber

Translate »
×