Harga Batu Bara Naik, Dolar Australia Ciamik

Harga Batu Bara Naik, Dolar Australia Ciamik

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Australia bergerak melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Dalam sebulan terakhir, depresiasi rupiah di hadapan dolar Australia mencapai lebih dari 1%.

Pada Selasa (5/11/2019), AU$ dibanderol Rp 9.643,08 kala pembukaan pasar spot. Sama persis dengan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Namun seiring perjalanan, rupiah melipir ke jalur merah. Pada pukul 09:05 WIB, AU$ 1 setara dengan Rp 9.659,02 di mana rupiah melemah 0,17%.

Apa mau dikata, rupiah memang sedang kesulitan meladeni keperkasaan mata uang Negeri Kanguru. Dalam sebulan terakhir, rupiah melemah sampai 1,38%.

Sepertinya penguatan dolar Australia searah dengan kenaikan harga batu bara. Dalam sebulan terakhir, harga batu bara acuan di pasar ICE Newcastle menguat 1,52%. Kemarin, harga si batu hitam masih naik 0,19%.

Batu bara adalah salah satu komoditas ekspor utama Australia. Data Kementerian Perdagangan dan Luar Negeri Australia menunjukkan, nilai ekspor batu bara pada 2018 tercatat AU$ 60,36 miliar. Batu bara menduduki peringkat kedua, hanya kalah dari bijih besi dan konsentrat.

Kenaikan harga batu bara tentu membuat pendapatan Australia dari ekspor meningkat. Artinya pasokan devisa dari ekspor akan cukup kuat untuk menopang nilai tukar mata uang.

Tidak hanya di hadapan rupiah, dolar Australia bahkan mampu menguat di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Dalam sebulan terakhir, aussie mampu menguat 2,27% terhadap greenback. Sepertinya efek kenaikan harga batu bara sangat signifikan menopang penguatan dolar Australia.

Sumber

Translate »
×