Kurs Dolar Singapura Menguat Tipis Setelah KO Empat Hari

Kurs Dolar Singapura Menguat Tipis Setelah KO Empat Hari

Kurs dolar Singapura menguat tipis melawan rupiah pada perdagangan Kamis (24/10/19) setelah melemah dalam empat hari berturut-turut.

Mata uang Negeri Merlion ini sebenarnya melemah 0,28% ke level Rp 10.264,32/SG$, dan mencapai level terlemah sejak 10 Oktober. Posisi tersebut memicu aksi ambil untung (profit taking) yang membuat dolar Singapura perlahan menipiskan pelemahan hingga menguat 0,04% ke Rp 10.297,89/SG$ pada pukul 15:20 WIB.

Sementara dalam empat hari sebelumnya, dolar Singapura total melemah 0,66%.

Rupiah sedang kuat-kuatnya sejak awal pekan ini, pelaku pasar menyambut baik wajah-wajah yang merapat ke Istana Negara sejak awal pekan yang diproyeksikan menjadi menteri. Hingga akhirnya Rabu kemarin Kabinet Indonesia Maju resmi diumumkan dan dilantik.

Selain euforia Kabinet Indonesia Maju, pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) juga menjadi penggerak kurs dolar Singapura melawan rupiah pada hari ini. BI memutuskan kembali memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) menjadi 5%.

“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 23-24 Oktober memutuskan untuk menurunkan bunga acuan BI 7-Day RR 25 bps menjadi 5%,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Dengan keputusan kali ini, berarti BI sudah memangkas suku bunga dalam empat bulan berturut-turut.

“Kebijakan tersebut konsisten dengan perkiraan inflasi yang terkendali dan imbal hasil instrumen keuangan domestik yang tetap menarik, serta langkah pre-emptive lanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perekonomian global yang melambat,” tambah Perry.

Sumber

Translate »
×