Damai Dagang AS-China Bikin Rupiah Loyo Lawan Dolar Singapura

Damai Dagang AS-China Bikin Rupiah Loyo Lawan Dolar Singapura

Nilai tukar dolar Singapura menguat di hadapan rupiah. Harapan damai dagang Amerika Serikat (AS)-China menjadi sentimen positif bagi perekonomian Negeri Singa.

Pada Senin (30/9/2019) pukul 15:05 WIB, SG$ 1 setara dengan Rp 10.225,39. Rupiah melemah 0,1% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Dolar Singapura mendapat angin segar dari dinamika hubungan AS-China. Kementerian Keuangan AS membantah kabar bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk mengusir emiten China dari bursa saham New York alias Wall Street.

“Pemerintah tidak sedang mempertimbangkan melarang perusahaan China untuk mencatatkan saham di bursa AS untuk saat ini,” kata Monica Crowley, Juru Bicara Kementerian Keuangan AS, seperti diwartakan oleh Bloomberg yang dikutip Reuters.

Asa menuju damai AS-China kembali membahana. Kini investor berharap pertemuan 10-11 Oktober nanti menelurkan hasil positif untuk mengakhiri perang dagang yang sudah berlangsung selama lebih dari setahun.

Singapura akan diuntungkan jika damai dagang AS-China terwujud. Negeri Merlion sangat mengandalkan ekspor dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan porsi lebih dari 100%.

Saat AS-China tak lagi saling hambat di bidang perdagangan, rantai pasok global akan kembali semarak. Arus perdagangan lancar, dan ekonomi Singapura bakal pulih. Risiko resesi bisa dijauhkan.

Sementara dari dalam negeri, rupiah tertekan karena hari ini merupakan akhir dari kuartal III-2019, sehingga kebutuhan valas dari dalam negeri khususnya korporasi sedang tinggi karena adanya pembayaran impor, utang, dividen, dan sebagainya.

Sumber

Translate »
×