Ada Hawa Rupiah Bakal Menguat, Tapi Tunggu BI Dulu…

Ada Hawa Rupiah Bakal Menguat, Tapi Tunggu BI Dulu...

Menguat pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) malah berbalik melemah. Namun bukan berarti rupiah kehilangan harapan untuk kembali menggapai zona hijau.

Pada Kamis (22/8/2019) pukul 12:00 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.240. Rupiah melemah 0,04% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kala pembukaan pasar, rupiah masih bisa menguat 0,11%. Namun selepas itu rupiah bergerak labil. Sempat stagnan di Rp 14.235/US$, rupiah kini melemah.

Salah satu faktor penyebab pelemahan rupiah adalah sikap investor yang wait and see. Apa yang di-wait? Apa yang di-see?

Siang ini, rencananya pada pukul 14:00 WIB, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan suku bunga acuan setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama dua hari. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan Gubernur Perry Warjiyo dan sejawat masih mempertahankan suku bunga acuan di 6%.

Gubernur Perry pada hari ini juga akan mengumumkan pembacaan terhadap ekonomi kuartal II-2019 dan proyeksi untuk keseluruhan tahun.

Kemudian, hari ini juga merupakan RDG dengan cakupan triwulanan. Gubernur Perry akan mengumumkan pembacaan terhadap ekonomi kuartal II-2019 dan proyeksi untuk keseluruhan tahun.

Saat ini, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2019 berada di batas tengah-bawah kisaran 5-5,4%. Apabila ada perubahan posisi, maka bisa menjadi sentimen penggerak pasar yang menentukan nasib rupiah.

Pada time frame 1 jam, rupiah bergerak di kisaran MA 5 (rerata pergerakan 5 jam/garis biru) dan MA 20 (rerata pergerakan 20 jam/garis merah). Indikator Stochastic bergerak turun dan mendekati wilayah jenuh jual (oversold).

Rupiah melemah setelah menyentuh support (tahanan bawah) di level 14.230/US$. Selama tertahan di atas level tersebut, rupiah berpeluang melemah ke resisten (tahanan atas) di level 14.260/US$. Penembusan ke atas resisten akan membawa rupiah melemah ke level 14.290/US$.

Sementara peluang penguatan bagi rupiah terjadi jika mampu menembus ke bawah 14.230/US$ dengan target je US$ 14.200/US$.

Sumber

Translate »
×