Eksotisnya Pulau Pisang, Lumba-Lumba Dan Gurihnya Buah Kelor

PULAU Pisang, pulau yang berada di lepas pantai Kabupaten Pesisir Barat. “Mutiara” terpendam seluas 2310 ha destinasi wisata yang masih alamiah di pelukan birunya Samudera Indonesia.

Ratusan ikan lumba-lumba seolah mengucapkan selamat datang dan selamat pagi kepada mereka yang hendak menyeberang ke pulau berpenduduk 910 jiwa di enam pekon/kampung.

“Terimakasih lumba-lumba, kami telah disambut, meski berangkat agak siang dari Kuala Stabas, pukul 07.30 WIB,” ujar H. Darussalam, SH, wakil ketua umum Perkumpulan Adocaten Indonesia (PAI) Pusat, tiga pekan lalu.

Lumba-lumba muncul di permukaan perairan sekitar Pulau Pisang pada pukul 06.30 WIB sampai 07.00 WIB. Jika beruntung, ada yang bisa melihat agak siangan, yakni pada pukul 09.00 WIB.

Jika beruntung, pengunjung dapat melihat lumba-luba bule atau albino. “Meski jarang terlihat, saya sempat melihat sendiri ikan lumba-lumba albino tersebut,” ujar seorang nelayan setempat.

Jika ingin berjumpa dengan mamalia cerdas ini, pengunjung harus berangkat pagi hari sekitar 06.00 WIB. Ada dua pilihan lokasi pemberangkatan, yakni dari Kuala Stabas atau dari Pelabuhan Tembakak.

Dari Tembakak, 20 menit dari Krui, waktu yang diperlukan 15-20 menit dengan tarif kapal Rp15 ribu/orang/trip. Sedangkan dari Labuhan Jukung, Krui, dengan tarif Rp40 ribu PP dan kapal lebih besar

Sumber

Translate »
×