Sedikit Lagi Poundsterling Capai Level Terlemah 34 Tahun

Sedikit Lagi Poundsterling Capai Level Terlemah 34 Tahun

Poundsterling amblas lagi pada perdagangan Jumat (9/8/19) akibat tanda-tanda Inggris akan mengalami resesi semakin nyata. Akibat pelemahan hari ini, Mata Uang Negeri Elizabeth kini mendekati level terendah 34 tahun.

Data dari Office for National Statistic (ONS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Inggris sebesar -0,2% alias berkontraksi di kuartal-II tahun ini dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 0,5%. Kontraksi tersebut merupakan yang pertama sejak kuartal-IV 2012.

Kontraksi yang dialami Inggris bahkan terjadi sebelum keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober nanti, dan kin ancaman resesi menjadi semakin nyata. Suatu negara dikatakan mengalami resesi jika PDB-nya berkontraksi dua kuartal berturut-turut.

Inggris diprediksi akan mengalami resesi seandainya keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun atau yang dikenal dengan istilah no-deal Brexit. Namun kini, sebelum Brexit terjadi ekonomi Inggris malah sudah berkontraksi.

Pasca rilis data tersebut, poundsterling amblas ke level US$ 1,2054 menjadi yang terlemah sejak Januari 2017. Kala itu level terlemah poundsterling adalah US$ 1,1979.

Mundur lagi ke belakang, poundsterling mengalami flash crash pada 7 Oktober 2016, ketika secara tiba-tiba poundsterling jeblok ke level US$ 1,1450, namun tidak lama kemudian kembali pulih dan mengakhiri perdagangan hari itu di level US$ 1,2432, melansir data Refinitiv.

Tidak hanya itu, HSBC juga memprediksi hal yang sama yakni poundsterling kemungkinan mencapai level terendah sepanjang masa US$ 1,0545 yang disentuh pada Maret 1985, melansir Reuters.com

Sumber

Translate »
×